Kami hanyalah keluarga sederhana dengan pemikiran sederhana dan ingin yang sederhana-sederhana saja. Ketenangan kami mulai terusik ketika tetangga sebelah melakukan renovasi rumahnya menjadi bertingkat dimana tembok rumahnya berdempetan dengan tembok rumah kami.
Apakah masih bisa tenang jika :
- Ada suara berisik karena ketokan palu para tukang.
- Istri kepergok para tukang tidak sedang mengenakan jilbab, karena merasa aman di dalam rumah dan halaman belakang yang dikelilingi tembok.
- Rontokan puing dan debu yang suaranya bikin kami kaget dan terbangun dari tidur, atau mengakibatkan kotornya jemuran pakaian.
Ditambah lagi saat hujan, kenapa tiba-tiba bagian atas sepanjang tembok dapur sampai kamar mandi jadi bocor? Bahkan si kecil jatuh terpeleset karena tidak tau ada aliran air di lantai rumah kami. Mungkin jika baru tetesan kami bisa menampungnya dengan ember, tetapi ini sudah merupakan aliran yang sangat merepotkan kami dan bikin kami was-was jika turun hujan.
Saat kami periksa, ternyata memang ada retak pada genteng-genteng ke tembok pembatas. Juga pada genteng bagian atas kamar mandi ternyata ada bongkaran tembok sehingga kelihatan ada lubang yang masuk kamar mandi.
Merupakan kejadian memalukan jika pas di kamar mandi dan tiba-tiba saat nengok ke atas ternyata ada para tukang. Padahal di bawah genteng tersebut ada rangkaian kabel listrik untuk lampu dan pompa air yang sangat berbahaya jika sampai terkena air.
Yang kami sesalkan adalah tidak adanya pemberitahuan baik dari tetanggaku itu ataupun para tukang-tukangnya. Bahkan pernah kami tanyakan langsung kepada tukang kenapa bagian atas kamar mandi kami di bongkar karena sudah berbulan-bulan para tukang-tukang itu tidak ada ramahnya sama sekali. Dijawab katanya akan di dak atau di cor.
Kenapa tidak memberitahukan ke kami, ijin, permisi atau apa begitu, di jawab tidak tahu. Selanjutnya, sepertinya kucing-kucingan antara para tukang dengan kami. Jika di rasa kami ada dirumah atau dibelakang maka tukang-tukang tidak ada yang mengerjakan di atas, tetapi jika kami kelihatan tidak ada, maka ada pengerjaan lagi. Lucu juga sekaligus kesel.
Padahal jika kami diberitahu, terus ada saling sapa dan sebagainya. Sepertinya hidup bertetangga itu makin menyenangkan.
Saking keselnya suatu saat mo ngelabrak protes ke tetanggaku, sama istri di tahan. "Ga usahlah, ntar malah ribut dan jadinya ga enak" Yo wis terserahlah ga jadi protes. Hehe, ternyata istri ga kuat juga ketika malam-malam hujan deras dan ternyata bocornya makin parah. Telponlah dia ke tetangga sebelah. Komplin bahwa bocornya makin parah dan dijanjikan tetangga besok pagi akan ada tukang yang ngebenerin.
Ya sudah, ngalah masuk kerja agak siang sambil nungguin si tukang ngebenerin bocoran. !@#$%^&….! Sampai siang ternyata tidak ada tukang yang datang. Baru besoknya datang dan langsung bekerja tanpa tanya mana yang bocor. Dan hasilnya jelas sekali, tetep bocor.
Akhirnya kami mengalah cari tukang sendiri. Beli semen, pasir, dan aqua proof. Lumayan keluar ongkos banyak dan saat hujan lagi coba di periksa. Alhamdulillah sudah tidak bocor lagi.
Eit, belum selesai. Semalam hujan deras sekale dan ternyata bocor lagi. Anehnya bocoran itu tidak berasal dari atas genteng. Tetapi keluar dari celah-celah tembok tepat ke arah tetangga dimana menuju lantai dua.
Kalau sudah begini what can I do?