Genset dan Mati Lampu
Lama-kelamaan mati lampu PLN makin tidak terantisipasi. Bisa 4 jam, 6 jam atau malah seharian. Padahal kegiatan sehari-hari sudah sangat tergantung pada listrik keluaran PLN ini.
Untuk gelapnya malam, masih bisa teratasi dengan emergency lamp hasil bikinan sendiri yang kuat seharian menyala. Tapi kalau urusan air, jahitan bini? Capek deh.
Ya sudah hunting genset ke Pasar Kenari. Asumsi jet pump butuh daya 300an watt dan mesin jahit 100an watt plus penerangan kira2 100 watt. Jadi total sekitar 500 watt.
Sampai pasar kenari tanya-tanya harga genset untuk kebutuhan diatas. Dan di kasih genset kecil 650 watt pakai bensin campur. Nego-nego akhirnya harga cocok, genset di coba dan diboyong ke rumah.

Saatnya percobaan…
Ke pompa bensin bawa jerigen 5 literan isi 4 liter dan beli oli samping (mesin 2 tak jadi musti bensin campur).
langsung saja dibunyiin dan ditancepin ke jetpump. Alamak Jon! ternyata ga kuat, putaran jetpump kurang kenceng sehingga jarum penunjuk masih mendekati nol. Dan akibatnya air yang keluar kecil sekale. Buru-buru cabut stop kontak dan matikan genset. Kayaknya kelebihan beban untuk jetpump. Ya sudah buat yang lain saja.
Baru ingat ama kata penjual genset untuk itung2an daya ada power factor dan rumusnya.
Coba lagi untuk tv, mesin jahit ok sih ga masalah.
Ada yang mo barter dengan watt agak gedean sekitar 1300 watt gitu? Tukar tambahlah…
Sunday, July 6th, 2008
1 balast 2 lampu (yang satu dibalik pintu)
Nyala cukup terang warna putih.
Pasang dan lepas lebih mudah, tambahkan jepit buaya seperti ini. Hitam negatif, merah positif.

Battery HP dan Charger bekas
