Ala Blitar
Bila anda mampir atau sempat berkunjung ke Blitar, adalah jangan sekali-sekali memesan makanan pedas bila memang lambung anda tidak kuat. Meskipun bukan Orang Padang, namun rasa pedas dalam masakan mereka tidak kalah "mak nyas!". Bahkan bila memesan sepiring nasi pecel yang tidak pedaspun siap-siaplah anda menangisi makanan tersebut yang memang mak nyus. Kecil-kecil cabe rawit…
Jangan pernah keliling cari bubur ayam. Sampai gemporpun tak akan ketemu si bubur ayam. Malah pasti akan balik ditanya "Memangnya sakit kok makan bubur?".
Jika pesan minuman, tidak ada teh tawar. Jadi kalo pesannya teh otomatis ya teh manis.
Jangan pernah cari bengkel ketok magic. Tidak ada satupun di Blitar. Tetapi kalo soal magic tanya aja Ussy dengan lagunya Klik
gak nyambung ya.
Pernah lihat iklan rokok campucino on stick, rokok rasa kopi?
Itu sih kerjaan orang pinter yang melihat kebiasaan "nyete" orang Blitar dan sekitarnya (Tulungagung, Kediri, Malang). Apasih nyete? Yaitu membaluri batang rokok yang akan dihisap dengan ampas kopi (cete), mengolesinya (sepertinya) harus menggunakan pentul korek api yang belum terpakai. Jadi, ampas kopi di letakkan di atas cangkir, lalu dengan korek api yang masih baru ampas tersebut di totol-totol dan dioleskan pada batang rokok yang akan dihisap. Lebih gila lagi, ada yang dibentuk gambar-gambar macam tato. Katanya sih rasanya lebih nikmat.
Jadi ingat kisah Roro Mendut, dimana orang tergila-gila akan rokok jualannya. Padahal itu rokok habis di jilati sama si roro. Jorok ih…
Terus ada juga rokok yang di totolin balsem, rasa mentol katanya. Jadilah muncul rokok rasa mentol
Sunday, January 6th, 2008