Archive for January, 2008

MPLS ?

Multi Protocol Label Switching (disingkat menjadi MPLS) adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Sebelumnya, paket-paket diteruskan dengan protokol routing seperti OSPF, IS-IS, BGP, atau EGP. Protokol routing berada pada lapisan network (ketiga) dalam sistem OSI, sedangkan MPLS berada di antara lapisan kedua dan ketiga.

Prinsip kerja MPLS ialah menggabungkan kecepatan switching pada layer 2 dengan kemampuan routing dan skalabilitas pada layer 3. Cara kerjanya adalah dengan menyelipkan label di antara header layer 2 dan layer 3 pada paket yang diteruskan. Label dihasilkan oleh Label-Switching Router dimana bertindak sebagai penghubung jaringan MPLS dengan jaringan luar. Label berisi informasi tujuan node selanjutnya kemana paket harus dikirim. Kemudian paket diteruskan ke node berikutnya, di node ini label paket akan dilepas dan diberi label yang baru yang berisi tujuan berikutnya. Paket-paket diteruskan dalam path yang disebut LSP (Label Switching Path).

Hehe, ribet ya….

 

sumber http://id.wikipedia.org/wiki/MPLS

Wednesday, January 30th, 2008

Bayar Pajak Motor

Sebenarnya sih gak terlalu yakin kalau hari Sabtu Kantor Samsat buka.  Cuma info dari temen-temen, Samsat keliling wilayah Jakarta hari Sabtu buka.  Ya sudah, akhirnya jalan ke Bogor.  Ya iyalah la wong motor platnya F (bukan P).

Sebenarnya itu motor udah lama belinya, istilahnya jaman "Joko Loro" dulu alias semasa masih bujangan.  Dari kebaikan Ortu akhirnya bisa ambil motor baru, dan sebagai gantinya itu motor lama di kasihkan ke kakak ipar untuk dipakai.  Tahun berjalan, ternyata motor baru tidak berjodoh denganku dan dibawa kabur si Maling Sialan.

Ups….

Lha kok malahan cerita cari motor baru yang sampai sekarang belum dapat.  Karena alasan ini pula, ngurus pajak motor dulu karena semenjak dipakai kakak ipar itu motor kagak kerawat.  Sudah jatuh tempo bayar pajak juga kagak di pajakin.

 

Ngurus pajak motor ya…

Berangkat dari rumah jam 8:00 dan sampai Samsat Kota Bogor jam 9:15.  Parkir motor terus ke foto copy untuk 1 lembar KTP, 1 Lembar STNK, 1 Lembar bukti bayar pajak tahun lalu.  Masuk ke loket pendaftaran meyerahkan KTP Asli, STNK Asli, Pajak Asli beserta fotocopynya dan bilang mo bayar pajak.

Dibaca sebentar oleh petugas dan di bilang "Ini telat ya.  Ada denda!"  Gue anggukin aja.  "Seratus 184 ribu semua tinggal tunggu saja".  Ya sudah bayar di situ langsung.  Pukul 9:45 sudah dipanggil dan dikasih selesai urusannya.  Cepet sekale, 15 menit gituloh.  Emang sih kalo aku liat di Bukti bayar pajak total semua hanya Rp 153.500,-  Jika tadi bayar Rp 184.000,- berarti ada selisih lumayan loh.

Yang jelas pajak sudah di bayar, berarti motor lama bisa di pake keliling Jakarta lagi.  Cuma kayaknya musti beli shock depan baru plus asnya tuh.

 

Sunday, January 6th, 2008

Ala Blitar

Bila anda mampir atau sempat berkunjung ke Blitar, adalah jangan sekali-sekali memesan makanan pedas bila memang lambung anda tidak kuat. Meskipun bukan Orang Padang, namun rasa pedas dalam masakan mereka tidak kalah "mak nyas!". Bahkan bila memesan sepiring nasi pecel yang tidak pedaspun siap-siaplah anda menangisi makanan tersebut yang memang mak nyus.  Kecil-kecil cabe rawit…

Jangan pernah keliling cari bubur ayam.  Sampai gemporpun tak akan ketemu si bubur ayam.  Malah pasti akan balik ditanya "Memangnya sakit kok makan bubur?".

Jika pesan minuman, tidak ada teh tawar.  Jadi kalo pesannya teh otomatis ya teh manis.

Jangan pernah cari bengkel ketok magic.  Tidak ada satupun di Blitar.  Tetapi kalo soal magic tanya aja Ussy dengan lagunya Klik :) gak nyambung ya.

Pernah lihat iklan rokok campucino on stick, rokok rasa kopi?

Itu sih kerjaan orang pinter yang melihat kebiasaan "nyete" orang Blitar dan sekitarnya (Tulungagung, Kediri, Malang).  Apasih nyete? Yaitu membaluri batang rokok yang akan dihisap dengan ampas kopi (cete), mengolesinya (sepertinya) harus menggunakan pentul korek api yang belum terpakai. Jadi, ampas kopi di letakkan di atas cangkir, lalu dengan korek api yang masih baru ampas tersebut di totol-totol dan dioleskan pada batang rokok yang akan dihisap.  Lebih gila lagi, ada yang dibentuk gambar-gambar macam tato.  Katanya sih rasanya lebih nikmat.

Jadi ingat kisah Roro Mendut, dimana orang tergila-gila akan rokok jualannya.  Padahal itu rokok habis di jilati sama si roro.  Jorok ih…

Terus ada juga rokok yang di totolin balsem, rasa mentol katanya.  Jadilah muncul rokok rasa mentol :)

Sunday, January 6th, 2008

Bunda, Mat Ultah ya!

Ga banyak yang bisa aku ucapin selain selamat ulang tahun buatmu.  

Saat aku goyah, kaulah yang mendampingiku

Saat aku bimbang, kaulah yang menyakinkanku

Saat aku merasa tak berarti, kaulah yang membuatnya berarti

Makasih bunda atas segalanya.  Semoga makin banyak cinta buat keluarga.

Sunday, January 6th, 2008