Archive for April, 2008

Linux VNC Server rasa KDE dan Gnome

Secara default, vnc server jika dipasang pada Linux akan running dibawah tvm.  Padahal ga asyik banget tuh tvm.  Kalah banget tampilannya dengan KDE ataupun Gnome.  Ya sudah mari kita coba vnc-nya ber-rasa KDE dan Gnome.

  1.  Edit ~/.vnc/xstartup
  2.  For KDE, replace "twm &" with "startkde &"
  3.  For Gnome, replace "twm &" with "exec gnome-session &"
  4.  Start a new server.

Note:

  • set password
    # vncpassword
  • Kill any existing VNC servers
    # vncserver -kill :1" where 1 is the display number.

Tuesday, April 29th, 2008

NOC, connection has been lost!

Sebuah pesan yang tidak pernah di harapkan muncul.  Karena jika pesan ini muncul berarti maju perang.

Sunday, April 27th, 2008

Lagi sebel sama laptop

Gimana ga sebel jika koneksi internetnya problem.  Padahal kerjaan menuntut koneksi ke internet ok terus.  Bisa-bisa salah action dan akibatnya berantakan.

Awalnya sih ga curiga ama port ethernet, bahkan yang sering disalahkan adalah patchore utp yg jelek, salah krimping, dll.  Tetapi kok patchorenya kalo di pake laptop Icha running well.  Terus aku ganti patchore tetep saja begitu.  Sempat aku vonis Catalyst-nya nih yang ga bener.  Lagi si Icha bisa ke situ.

Aku bilang ada rule block mac address kali.  Ya sudah di reset konfigurasinya.  Walah-walah, tetep saja Jon.  Kagak bisa konek ke laptopku.  Udah coba port atu-atu ampe kelar, coba gonta-ganti patchore hasilnya tetep aja gak bisa konek.

Lucunya ke catalyst lain mau. Eit, sebentar! Meskipun mau kadang tiba-tiba ga bisa reply ping ke mana-mana.  Coba dari komputer lain tetap bisa tuh internet.

Bikin stres deh, udah hampir komplain dan telpon ke ISP kalo internetnya ga beres.   Bisa malu besar…..

Beberapa solusi:

  1. Pasang ethernet tambahan.  Yang pcmcia ato usb (di Ambas muter-muter lagi pada kosong).
  2. Ganti laptop. Cari yang lebih powerfull dari segi hdd, memory, dvd writer dan bateray.  Biar makyus gitu.

Alasannya ya karena sebagai seorang Network Administrator, System Administrator, Network Engineer, Technical Support dan Helpdesk, juga sebagai ini-itu  (apa maksudnya nih) Apapun di coba di laptop.  Dari software, Distro OS yang bejibun, firewall, Bandwidth Managemen, Router OS, NMS, dan lain-lain.

HDD kapasitas besar untuk menyimpan file-file yang besar seperti ISO, dokument dan pilem (penting ga penting kali).

DVD Writer untuk nge-burn ISO yang kebanyakan sudah kapasitas besar dimana jika menggunakan keping cd sudah kagak muat alias harus dvd.

Memory yang besar bisa buat virtual pc untuk mencoba OS di laptop.  Jika ok baru bisa dijadikan usulan baru sebuah solusi.

Bateray yang bisa tahan lama jadi dimanapun meskipun di tengah hutan ga perlu cari colokan listrik.

 

Ada yang dukung ga ya?

 

Sunday, April 20th, 2008

Internet via GPRS IM3 pada SE W200i

Jika internet sudah menjadi kebutuhan bahkan menunjang pekerjaan.  Betapa malangnya diri jika tidak bisa terhubung ke Internet.

Maka dilakukanlah beberapa cara agar tetap dapat terhubung ke internet.  Entah melalui dialup telpon rumah, CDMA, akses 3G, atau GPRS.  Tadinya sih gak terlalu tertarik dengan gprs karena merasa kecepatannya tidak lebih cepat dari dialup yang sudah lemot.  Tetapi karena punya Handphone SE W200i yang disitu didalamnya ada fungsi gprs, tidak ada salahnya kalo di coba.

Dari beberapa cara setting gprs, sepertinya setting melalui sms adalah cara paling gampang.  Berikut adalah cara-caranya:

  1. Buka sms dan ketik : GPRS SE W200i
  2. Kirim ke 3939
  3. Akan dapat balasan konfirmasi dan tinggal install saja.

 

Nah coba saja pake browser default W200i.  Jika tidak puas dengan browser tersebut, bisa ditambahkan dengan Opera Mini.  Jika suka telnet dan ssh pasang saja MidpSSH, suka YM gunakan eBuddy, punya account di Gmail gunakan Gmail (ini nama aplikasinya).

 

Kembali ke Laptop

Cukup anda install software pada cd bawaan dan gunakan wizard setup.  Dengan menggunakan kabel data bawaan jadilah W200i sebagai modem gprs. Cukup lumayanlah…. :)

 

Sunday, April 20th, 2008

EyeOS

nGgak sengaja sih nemuin ini.  Awalnya googling cari-cari cpanel dan whm gratis.  Eh,malah akhirnya nemu eyeOS ini.

Gimana rasanya kalau dengan membuka web browser saja seolah-olah kita berada di depan komputer desktop dimana didalamnya sudah terdapat aplikasi Office (Word Processor, Spreadsheet, Presentations) Email Client, dan masih banyak lainnya.

Jika sebelumnya bingung harus menggunakan aplikasi dengan OS apa  macam Linux, Windows, Mac, dan lainnya.  Maka dengan eyeOS ini syaratnya adalah ada browser di komputer kita. Syarat kedua adalah ada jaringan entah LAN atau WAN dan satu lagi Web Server.

Satu orang satu desktop sepertinya menjadi hal yang sangat-sangat bisa dengan eyeOS ini.

Instalasinya cukup mudah dengan membacanya Anda pasti bisa eyeOS

Berikut adalah screenshoot dengan browser Firefox

Jadi… bisa dong gak bajakan?

Thursday, April 17th, 2008

Jam system di linux tidak sesuai harapan

Pusing juga nih, Centosku waktunya dan sesuai dengan waktu WIB.  Jika dilakukan setting manual dengan perintah "date MMDDhhmmyyyy"  maka beberapa saat akan berubah lagi menjadi ngaco.

Mari kita trace:

  1. Cek dengan command date
    [root@localhost ~]# date
    Wed Apr  9 00:21:04 CDT 2008
  2. Cek jam bios
    [root@localhost ~]# /sbin/hwclock
    Wed 09 Apr 2008 12:43:57 AM CDT  -0.312123 seconds

Wah ndak bener, di bios udah betul tetapi di sistem kok begitu.

Coba tambahkan perintah ini:

[root@localhost ~]# ln -sf ../usr/share/zoneinfo/Asia/Jakarta /etc/localtime

Dan kita cek lagi :

[root@localhost ~]# date
Wed Apr  9 12:47:43 WIT 2008
[root@localhost ~]#

Sip sudah benar :)

 

Wednesday, April 9th, 2008